Shikamaru Nara

Jumat, 30 April 2010

UANG

1.Sejarah Uang
a.Tahap sebelum barter
Pada tahap ini, masyarakat belum mengenal pertukaran dan perdagangan. Kehidupan masyarakatnya masih sangat sederhana. Jumlah pendududknya pun masih sedikit. Sehingga mereka memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri-sendiri.
b.Tahap barter
Dengan semakin berkembangnya jumlah penduduk, semakin banyak pula kebutuhan terhadap berbagai jenis barang. Untuk mendapatkan barang-barang yang mereka hasilkan sendiri¸ mereka akan mencari orang lain yang mau menukarkan hasil usahanya dengan barang lain yang mereka butuhkan. Dalam perkembangannya, cara barter memiliki beberapa kelemahan, antara lain:
1.barang tidak mudah dibagi-bagi
2.sulit mencari orang untuk diajak bertukar barang
3.sulit menemukan barang yang diinginkan
c.Tahap uang barang
Dengan adanya beberapa kesulitan cara barter, mucullah benda-benda tertentu yang yang selalu dipakai dalam membantu memeperlancar proses pertukaran. Contohnya, kulit harimau, gigi binatang, ikan yang dikeringkan, dan kerang. Benda-benda tersebut digunakan karena dianggap memenuhi syarat sebagai berikut:
1.diterima oleh umum (generally accepted)
2.memiliki nilai yang tinggi dan bersifat stabil/tetap
3.bersifat praktis dan mudah dibawa
4.mudah disimpan tanpa mengurangi nilai
5.jumlahnya sedikit, jarang, serta sulit diperoleh
6.sangat digemari masyarakat
Selanjutnmya, penggunaan uang barang memiliki beberapa kelemahan, antara lain:
1.nilai yang dipertukarkan belum memiliki pecahan
2.banyak jenis uang yang barang beredar dan hanya berlaku secara local
3.uang barang sulit dalam penyimpanan dan pengangkutan




d.Tahap uang logam
Setelah masa uang baranmg, kemudian beralih ke penggunaan uang logam yang terbuat dari emas dan perak. Alasannya karena emas/perak dianggap memenuhi syarat-syarat uang, yaitu:
1.emas dan perak merup[akan logam yang dapat diterima oleh umum
2.jika dipecah-pecah nilainya tetap
3.taham lama dan tidak mudah rusak
Tetapi uang logam memliki beberapa kelemahan sebagai berikut:
1.jumlanya sedikit (langka) sehingga menyulitkan dalam melakukan transaksi yang jumlahnya besar
2.kandungan emas yang dimiliki setiapo daerah tidak sama
3.emas dan perak tidak praktis , mengandung risiko hilang, serta keamanannya tidak terjamin
e.Tahap uang kertas
Uang kertas berlaku sejak para pemilik uang emas dan perak melakukan transaksi hanya dengan menunjukkan bukti kepemilikan emas yang ditulis dalam kertas.
f.Tahap uang giral
Uang giral adalah tagihan yang ada di bank yang sewaktu-waktu dapat diambil menggunakan cek atau giro (pemindahbukuan). Uang giral dapat berupa cek, giro, rekening koran, dan kartu kredit.

2.Pengertian Uang
Uang adalah suatu benda perantara yang sah yang digunakan untuk memepermudah pertukaran barang dan jasa. Syarat uang, yaitu:
1.Disukai dan diterima secara umum (acceptability)
2.Mudah disimpan dan dipindahkan (portability)
3.Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (stability of value)
4.Tahan lama dan tidak mudah rusak (durability)
5.Jumlahnya terbatas dan tidak mudah dipalsukan
6.Mempunyai satu kualitas


3.Fungsi Uang
a.Fungsi asli / primer:
1.sebagai alat penukar (medium of exchange)
2.sebagai alat satuan hitung (unit of account)
b.Fungsi turunan / sekunder:
1.sebagai alat pembayaran
2.sebagai alat pembentuk dan penimbun kekayaan (store of value)
3.sebagai alat untuk menabung
4.sebagai standar pembayaran hutang (standard of differed payment)
5.sebagai alat penunjuk harga
6.sebagai alat pembentuk modal dan pencipta lapangan kerja
7.sebagai pendorong kegiatan ekonomi
8.sebagai barang dagang atau komoditas

4.Jenis Uang
a.Uang kartal
Uang kartal adalah uang yang dapat digunakan secara langsung untuk pembayaran yang dikeluarkan oleh Bank Sentral. Masyarakat tidak boleh menolaknya. Contoh: uang kertas dan uang logam.
b.Uang giral
Uang giral adalah uang yang dalam pengunaannya harus berhubungan dengan bank umum terlebih dahulu. Masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral. Uang giral yang dikeluarkan oleh Bank Umum, antara lain:
1.Cek adalah surat perintah dari nasabah kepada bank, agar bank membayarkan sejumlah uang kepada orang yang namanya tertulis pada cek tersebut atau kepada (penunjuk).
2.Bilyet giro adalah surat perintah pembayaran dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening penarik kepada pihak penerima yang disebutkan namanya, pada bank yang sama atau pada bank lainnya.
3.Telegraphic transfer adalah perintah dari nasabah kepada bank agar bank membayar atau memindahkan sejumlah dana dari rekening sesorang ke rekening orang lain pada bank yang sama melalui telegram.
4.Perintah pembayaran adalahperintah secara langsung dari nasabah kepada bank agar bank membayar tunai sejumlah uang kepada seseorang yang ditunjuk.
5.Kartu debit (debit card) atau ATM adalah kartu yang dikeluarkan oleh suatu bank sehingga nasabah dapat mengambil uang tunai melalui mesin ATM.

5.Nilai Uang
a.Nilai nominal adalah nilai yang tertera pada uang.
b.Nilai intrinsic adalah nilai bahan pembuatan uang.
c.Nilai internal / nilai riil adalah nilai yang besarnya berdasarkan kemamapuan uang itu apabila ditukarkan dengan barang / jasa.
d.Nilai eksternal / nilai tukar adalah nilai yang besarnya berdasarkan kemampuan uang itu bila ditukarkan dengan mata uang asing.

6.Kurs Valuta Asing
Kurs valuta asing ialah nilai uang asing yang dinyatakan dalam rupiah.
a.Kurs beli, dipergunakan bila terjadi pertukaran dari valuta asing menjadi rupiah.
b.Kurs jual, dipergunakan bila terjadi pertukaran dari rupiah menjadi valuta asing.

7.Peristiwa-peristiwa dalam Moneter
a.Inflasi, yaitu menurunnya nilai mata uang karena terlalu banyak jumlah uang yang beredar di msyarakat.
b.Deflasi, yaitu menaiknya nilai mata uang karena terlalu sedikt jumlah uang yang beredar di masyarakat.
c.Devaluasi, yaitu menurunnya nilai mata uang rupiah dengan sengaja terhadap mata uang asing.
d.Revaluasi, yaitu menaiknya nilai mata uang rupiah dengan sengaja terhadap mata uang asing.
e.Depresiasi, yaitu turunnya nilai mata uang rupiah terhadap mata uang asing karena mekanisme pasar.
f.Apresiasi, yaitu naiknya nilai mata uang rupiah terhadap mata uang asing karena mekanisme pasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar